Monday, September 20, 2021
Home Saham Tesla Bangun Pabrik di India, Bagaimana Nasib ANTM dan TINS?

Tesla Bangun Pabrik di India, Bagaimana Nasib ANTM dan TINS?

Portalsaham.com– Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat Tesla Inc berencana akan membangun pabrik di India. Pengumuman ini cukup mengejutkan dunia bisnis di Indonesia. Tak hanya itu, sejumlah perusahaan produsen dan pengolahan bahan nikel yang melantai di bursa efek terkena imbasnya.

Kabar Tesla berencana membangun pabrik di India ini tersebar setelah dokumen Pemerintah India disebarkan ke media. Dikutip dari Reuters, Pemerintah India mengumumkan bahwa perusahaan pimpinan Elon Musk ini akan membangun pabrik di Karanataka, India.

Lantas, apa dampak pengumuman ini pada industri nikel di Indonesia?

Indonesia sebagai negara produsen nikel terbesar di dunia ini seharusnya memilki peluang yang sangat besar di tengah pengembangan mobil listrik yang sedang diinisasi salah satunya oleh Tesla. Berdasarkan data hasil survey yang dikeluarkan oleh British Geological Survey yang berjudul World Mineral Production, Indonesia tercatat telah memproduksi nikel sebanyak 508.580 ton di tahun 2018.

Indonesia sendiri saat ini menguasai lebih dari 20% total ekspor nikel dunia. Sementara itu, nilai ekspor bijih nikel Indonesia mengalami peningkatan tajam dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat, ekspor bijih nikel Indonesia naik signifikan sebesar 18% pada kuartal kedua 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017.

Indonesia pun kini telah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan ekspor biji nikel ke sejumlah negara, termasuk ke negara di Uni Eropa yang menjadi pasar terbesarnya. Kebijakan ini pun ditentang oleh Uni Eropa.

Kebijakan ini diputuskan karena apabila Indonesia hanya mengekspor biji nikel nilainya tidak sebanding jika bahan tersebut diolah terlebih dahulu. Dengan mengolah dan memurnikannya terlebih dahulu, nilai ekspor di sector mineral dan logam tersebut nilainya akan jauh lebih tinggi.

Dengan kemampuan Indonesia dalam memproduksi nikel ini, Tesla sempat terpincut untuk bekerjasama dengan Indonesia untuk mengembangkan produk mobil listriknya. Tesla pun sempat akan mengirimkan perwakilannya ke Indonesia untuk menindaklanjuti kerjasama ini.

Baca Juga: Wow, ANTM dan TINS Masuk Dalam Rantai Produksi Tesla

Kabar tersebut sempat membawa angin segar bagi perusahaan-perusahaan yang mengolah nikel. Sebut saja salah satunya PT Aneka Tambang (ANTM). Perusahaan tersebut tengah mendapat sorotan di bursa efek. Sentimen ini menjadikan ANTM sebagai salah satu perusahaan yang mengalami tren positif di bursa saham.

Selama satu tahun terakhir ini harga saham ANTM mengalami lonjakan yang cukup tinggi, yakni 259,74% year to date. Dan dalam sepekan terakhir ini, ANTM menjadi salah satu emiten yang paling diburu asing. Investor asing telah memborong saham perusahaan ini seniali Rp 291,01 miliar dalam sepekan terakhir.

Selain ANTM, asing pun nampaknya tertarik untuk berinvestasi di perusahaan penghasil nikel lainnya, seperti PT Timah (TINS) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Ini berarti, tigaa emiten emas dan nikel lainnya cenderung diminati asing sejak awal tahun ini.

Berikut aksi jual (net sell) dan beli bersih asing (net buy) untuk saham emiten emas-nikel di pasar reguler secara YTD:

Top Net Foreign Buy (Reguler) YTD, Rabu (17/2)

  1. Aneka Tambang (ANTM), net buy Rp 560,20 M
  2. Merdeka Copper (MDKA), net buy Rp 302,12 M
  3. Vale Indonesia (INCO), net buy Rp 37,16 M
  4. Harum Energy (HRUM), net buy Rp 24,86 M
  5. J Resources Asia Pasifik (PSAB), net buy Rp 1,66 M
  6. Timah (TINS), net sell Rp 272,32 M
  7. Bumi Resources Minerals (BRMS), net sell Rp 105,27 M

Berikut aksi jual (net sell) dan beli bersih asing (net buy) untuk saham emiten emas-nikel di pasar reguler secara YTD:

Top Net Foreign Buy (Reguler) YTD, Rabu (17/2)

  1. Aneka Tambang (ANTM), net buy Rp 560,20 M
  2. Merdeka Copper (MDKA), net buy Rp 302,12 M
  3. Vale Indonesia (INCO), net buy Rp 37,16 M
  4. Harum Energy (HRUM), net buy Rp 24,86 M
  5. J Resources Asia Pasifik (PSAB), net buy Rp 1,66 M
  6. Timah (TINS), net sell Rp 272,32 M
  7. Bumi Resources Minerals (BRMS), net sell Rp 105,27 M

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular