Wednesday, June 23, 2021
Home Saham IHSG Hari Ini Diprediksi Naik, Saham IRRA dan IPCC Patut Diperhitungkan

IHSG Hari Ini Diprediksi Naik, Saham IRRA dan IPCC Patut Diperhitungkan

Portalsaham.com-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Senin 22 Februari 2021 diprediksi akan bergerak naik atau menguat. Prediksi kenaikan IHSG hari ini melanjutkan penguatan pada akhir pekan lalu. Di akhir sesi pekan lalu, IHSG ditutup menguat 0,51% ke level 6.231,93. Penguatan IHSG tersebut terjadi setelah terkoreksi selama dua hari.

Sentimen yang akan berpengaruh pada kondisi pasar hai ini di antaranya rilis data ekonomi China berupa Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur dan personal consumption AS.

Pada bursa pekan lalu, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) hingga Rp 15,98 miliar. Aksi beli bersih ini meringankan aksi jual bersih (net sell) selama sepekan menjadi Rp 1,12 triliun. Pada pekan lalu, tercatat 3 hari IHSG menguat, hal tersebut menjadi momen bagi para investor untuk ambil untung (take profit).

Di sisi lain, peningkatan juga dirasakan oleh rata-rata volume transaksi harian hingga 6,56% sepekan menjadi 16,08 miliar saham dari sebelumnya 15,09 miliar saham.

Akan tetapi, rata-rata frekuensi harian bursa tercatat menurun 3,51% menjadi 1.301.249 kali transaksi dari 1.348.598 kali transaksi  pada pekan sebelumnya. Penurunan juga dialami oleh rata-rata nilai transaksi harian sepekan menjadi Rp 12,68 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yakni Rp 14,87 triliun.

Berikut dua saham yang menjadi rekomendasi pada perdagangan hari ini, Senin 22 Februari 2021.

1. PT Itama Ranoraya (IRRA)

Perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan ini mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp 563,89 miliar hingga akhir tahun lalu. Realisasi tersebut melesat 100,14% secara tahunan yoy dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 281,75 miliar.

Kapitalisasi pasar saham ini pada pekan lalu ditutup di angka Rp 4 triliun.  Adapun, saham ini terapresiasi di perdagangan minggu kemarin, naik 3,31% ke level 2500/lembar.

Di tahun 2020 IRRA memiliki aset hingga Rp 535,27 miliar. Nilai aset tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp 325,43 miliar. Untuk liabilitasnya, IRRA mencatatkan kenaikan drastis 224,54% menjadi Rp 292,94 miliar. Sementara ekuitasnya naik 3,05% menjadi Rp 242,33 miliar.

Penyebab kenaikan nilai asset per 31 Desember 2020 karena penjualan yang nilainya besar pada akhir tahun. Sehingga, nilai piutang dagang menjadi besar karena belum jatuh tempo. Sementara, kenaikan liabilitas juga dikarenakan pembelian produk yang besar di akhir tahun.

 

2. PT Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC)

Berangsurnya pemulihan sektor transportasi membuat sejumlah perusahaan seperti IPCC mulai bergeliat. Harga saham IPC tercatat melonjak drastis pada awal tahun ini. Harga saham IPCC sudah menguat sebesar 117,54% secara ytd.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular